Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Selawat dan salam ke atas junjungan kekasihNya solallahu alaih wassalam.
berlaku suatu insiden yang agak tak terkejut mana. cuma banyak sangat berfikir pasal perkara ni dan muhasabah balik.
semasa sibuk memarkir kereta di tepi jalan, mata terpandang ke arah tubuh seorang lelaki, bangsa Nepal mungkin. kelakuan dia membuat aku rasa takut dan nak menghadiahkan tumbukan bertubi-tubi ke arahnya.
dia, si Nepal menunjukkan pandangan yang kurang menyenangkan ke arah seorang wanita India. ye, sangat obvious achi pakai baju tidak mengikut syarak (ketat tahap dewa) sampai terjojol segala yang harus dijaga dan ditutup. Pandangan tajam yang diberikan oleh Nepal seolah mengiurkan dan matanya tak habis tengok di bawah saja sedia maklum dua bonggol di bawah. Aku yang sudah siap memakir terdiam sambil mengamati kelakuan Nepal tersebut.
"boleh tahan berani tengok bini orang, kau ni tak nampak ke suami dia yang ala bonzer kat sebelah dia", bentak hatiku.
sampai achi naik moto pun dia punya mata langsung tak berkedip sampai moto tu sudah hilang dari pandangan mata dia. aku yang masih dalam kereta banyak kali tarik baju kasi longgar siap double check supaya pakaianku memang tak ketat. dalam hati bergetar takut aku mangsa mata dia seterunya. dengan gaya selamba membuka pintu dan keluar dari kereta, aku terus tarik baju ke bawah supaya kelihatan tidak melekap terus berjalan ke arah tempat yang ingin ditujui.
terus aku berjalan ke tempat yang ingin ditujui dan kebetulan aku juga akan melintasi di hadapannya dan YES memang dia pandang aku tapi pandang arah bawah. terus perlahankan langkah dan memberi pandangan yang sinis ke arahnya. mulanya dia tak perasan, tetapi apabila dia matanya mendongak di melihat aku seolah-olah "oh emm jayyy, sentap dia perasan woi". aku memandangnya seolah-olah kepalaku bertanduk dan api membakar di belakangku. aku nampak mukanya yang agak serba salah dan tidak keruan. terus aku menjeling tajam dan meluru laju ke tempat yang dituju.
aku muhasabah, memang benar wanita ini fitnah bagi lelaki. dah tutup litup pun selagi kau namanya perempuan dan punyai binti memang tak lari dari mata-mata keranjang ini. lelaki memang sudah punyai nafsu yang membuak terhadap perempuan, itu ciptaan Allah takkan nak bantah. maka, perlunya sentiasa berdoa memohon perlindungan 24 jam dariNya. Jangan rasa kita serupa samseng yang boleh lawan semua abang-abang sado yang punya niat jahat terhadap kita.
teringat kata-kata Mama, kalau dah namanya lelaki, nafsu dia serupa binatang kalau tiada Allah dalam hatinya. perlunya mencari lelaki yang jaga matanya tapi golongan ini seperti 1000 dari sejuta :) perempuan pun kena jaga mata termasuk lah aku yang suka tengok lelaki muka jambu heshhh 😅
"I know You are there Allah. I know You see my tears. I know You hear my prayers. I know You are testing me. And all I ask from You is to strengthen my Iman so I can handle the struggles in life and have patience. I love You my Lord. My Allah. Please keep me safe whenever I am"
ramadhan
Alhamdulillah, its ramadhan!
i feel bless and honor, still i am not sure whether i can make this ramadhan best than before.
tonnes of to-do-list i have not achieve yet *sigh*
we have already passed through the first phase,
and i believe there is still a light at then end of tunnel.
i feel bless and honor, still i am not sure whether i can make this ramadhan best than before.
tonnes of to-do-list i have not achieve yet *sigh*
we have already passed through the first phase,
and i believe there is still a light at then end of tunnel.
Pendosa
Assalamualaikum w.b.t
بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
AKU penat, aku penat, aku penat
Penat dengan diri sendiri yang bagai air mencurah ke daun keladi,
Hati sudah berhabuk kotor rasanya.
Anggota yang dikurniakan semua tak digunakan dengan sebaiknya,
Allahu robbi, aku menzalimi diriku sendiri.
Apakah tarbiyah hati masih belum mencukupi? Masih tak mampu menyucikan jiwa yang kotor T__T
Tiada daya dan kekuatan melainkan ia semua dari Allah SWT.
Doakan aku.
بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
| Photo credit: http://iamfancypants.com/wp-content/uploads/2012/10/exhausted.jpg |
AKU penat, aku penat, aku penat
Penat dengan diri sendiri yang bagai air mencurah ke daun keladi,
Hati sudah berhabuk kotor rasanya.
Anggota yang dikurniakan semua tak digunakan dengan sebaiknya,
Allahu robbi, aku menzalimi diriku sendiri.
Apakah tarbiyah hati masih belum mencukupi? Masih tak mampu menyucikan jiwa yang kotor T__T
Tiada daya dan kekuatan melainkan ia semua dari Allah SWT.
Doakan aku.
UkhwahKauAku
Assalamualaikum w.b.t
بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
Orang kata ukhuwah itu manis bak gula-gula kapas,
Tapi terkadang pahit jugak ibarat telan ubat selsema,
Hatiku sering ketawa, "yeke? boleh samakan macam gula-gula kapas dengan ubat selesema?"
Bila dah melalui proses ukhuwah ini,
Baru tahu dari mana datangnya ideologi gula-gula kapas dan ubat selsema itu.
Manis bila kita ketawa bersama,
Mengambil berat antara satu sama lain,
Bertanya khabar dan saling menasihati.
Pahit bila mananya,
Kita bersendirian,
Sahabat tak berapa perasan kehadiran kita dalam kesusahan,
Dan sakitnya jiwa.
Aku beruntung punyai sahabat amat baik sekali di sekeliling
Kadang-kala momen bersama-sama sampai terbawa ke mimpi,
Ada yang garang, budak tarbiyah lah katakan,
Ada yang bersifat "keibuan", alahai lemah gemalai jadinya,
Ada yang berjiwa rockers, almaklumlah kaki panjat gunung,
Ada yang menjadi pendengar setia, lebih suka terseyum daripada bercakap,
Ada yang jiwang dalam hati ada taman, penuh kata-kata yang berhikmah,
Ada juga pemotivasi, suka bagi kata-kata semangat untuk terus bangun,
Ada yang kaki gaduh, tak habis menjatuhkan sesama sendiri (maklumlah manja!)
Ada yang tinggi ilmunya, semua kata-kata bersandarkan nas dalil dan hadis
dan macam macam lagi.. susah nak ungkapkan.
Bukan mudah nak bina ukhuwah itu dalam sebulan dua,
Agak mengambil masa bertahun-tahun,
Sesudah dua tahun bersama,
Sumpah rindunyaa tak terkata!
Allah sahaja yang tahu.
Tapi, biasa lah depan mereka lidah ucap
aku watlek watpis je!
Dalam hati betapa sykurnya punyai kalian sebagai sahabat
yang mengingatkan aku kepada Allah
بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
Orang kata ukhuwah itu manis bak gula-gula kapas,
Tapi terkadang pahit jugak ibarat telan ubat selsema,
Hatiku sering ketawa, "yeke? boleh samakan macam gula-gula kapas dengan ubat selesema?"
Bila dah melalui proses ukhuwah ini,
Baru tahu dari mana datangnya ideologi gula-gula kapas dan ubat selsema itu.
Manis bila kita ketawa bersama,
Mengambil berat antara satu sama lain,
Bertanya khabar dan saling menasihati.
Pahit bila mananya,
Kita bersendirian,
Sahabat tak berapa perasan kehadiran kita dalam kesusahan,
Dan sakitnya jiwa.
Aku beruntung punyai sahabat amat baik sekali di sekeliling
Kadang-kala momen bersama-sama sampai terbawa ke mimpi,
Ada yang garang, budak tarbiyah lah katakan,
Ada yang bersifat "keibuan", alahai lemah gemalai jadinya,
Ada yang berjiwa rockers, almaklumlah kaki panjat gunung,
Ada yang menjadi pendengar setia, lebih suka terseyum daripada bercakap,
Ada yang jiwang dalam hati ada taman, penuh kata-kata yang berhikmah,
Ada juga pemotivasi, suka bagi kata-kata semangat untuk terus bangun,
Ada yang kaki gaduh, tak habis menjatuhkan sesama sendiri (maklumlah manja!)
Ada yang tinggi ilmunya, semua kata-kata bersandarkan nas dalil dan hadis
dan macam macam lagi.. susah nak ungkapkan.
Bukan mudah nak bina ukhuwah itu dalam sebulan dua,
Agak mengambil masa bertahun-tahun,
Sesudah dua tahun bersama,
Sumpah rindunyaa tak terkata!
Allah sahaja yang tahu.
Tapi, biasa lah depan mereka lidah ucap
aku watlek watpis je!
Dalam hati betapa sykurnya punyai kalian sebagai sahabat
yang mengingatkan aku kepada Allah
Sorry
Assalamualaikum w.b.t
بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
Sometimes, eventually all time Mama knows best.
The moment when you think you making the right decision,
while actually it brings "disaster" result. I feel "forever-moron"
I have always thought on this for a long time ago. You know, I was rebellious. Yeah, a rebel-to-the-max (rebellicious, haha) teenager last time. I was doing lots of wrongs. The best thing when I have already committed the wrong, Mama will scolded with her loud voice add-up with mumbling and her last statement must included "I told ya, you wouldn't listen to me. Come on Nina, learn from mistake".
And, this keeps going until I entered my university life. Even worse, it really related to my savings. I almost lost all the money JUST BECAUSE I did not ask what I'm supposed to do when I was at the bank. I won't tell this story any longer (as I feel so sorry).
"I always making decision on my own, I owned the risk." This is not matured puteri, but egoist.
Ya, sometimes I am egoist. I think I was right without asking others' thoughts and opinions. You are living with people puteri, not ALONE! Somehow, I feel gratitude that Allah SWT grant me understandable, supportive, sporting and inspiring Mama. I don't even know how to reciprocate on what she had done for me.
Almost 22 years of living, I think she had spent millions of bills, emotions and energy just for me to keep surviving. I think I am her investment, which giving high return or not.
Mama knows best, she knows what good or not for me,
Yet I believe that Allah is The Best Planner,
All things happened was under His control,
Who am I to deny that?
بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
The moment when you think you making the right decision,
while actually it brings "disaster" result. I feel "forever-moron"
I have always thought on this for a long time ago. You know, I was rebellious. Yeah, a rebel-to-the-max (rebellicious, haha) teenager last time. I was doing lots of wrongs. The best thing when I have already committed the wrong, Mama will scolded with her loud voice add-up with mumbling and her last statement must included "I told ya, you wouldn't listen to me. Come on Nina, learn from mistake".
And, this keeps going until I entered my university life. Even worse, it really related to my savings. I almost lost all the money JUST BECAUSE I did not ask what I'm supposed to do when I was at the bank. I won't tell this story any longer (as I feel so sorry).
"I always making decision on my own, I owned the risk." This is not matured puteri, but egoist.
Ya, sometimes I am egoist. I think I was right without asking others' thoughts and opinions. You are living with people puteri, not ALONE! Somehow, I feel gratitude that Allah SWT grant me understandable, supportive, sporting and inspiring Mama. I don't even know how to reciprocate on what she had done for me.
Almost 22 years of living, I think she had spent millions of bills, emotions and energy just for me to keep surviving. I think I am her investment, which giving high return or not.
![]() |
| Photo credit: https://s.yimg.com/os/publish-images/finance/2013-03-08/b2654573-d28c-438b-a44f-dc01c9139bd1_mother_daughter_parent_family.jpg |
Mama knows best, she knows what good or not for me,
Yet I believe that Allah is The Best Planner,
All things happened was under His control,
Who am I to deny that?
Subscribe to:
Posts (Atom)

